Kelahiran seorang anak adalah momen yang sangat dinantikan oleh setiap orang tua. Di dalam Islam, rasa syukur atas kelahiran anak diwujudkan melalui ibadah aqiqah. Namun, banyak orang tua baru yang masih bingung mengenai detail pelaksanaan, tata cara, serta pembagian daging hasil aqiqah.
Artikel ini akan mengupas tuntas panduan praktis dan sunnah-sunnah pelaksanaan aqiqah untuk anak laki-laki maupun perempuan sesuai ajaran Rasulullah SAW.
1. Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah?
Berdasarkan hadits shahih, waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi. Dari Samurah bin Jundub RA, Nabi SAW bersabda: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud).
Jika berhalangan pada hari ke-7 karena alasan finansial atau kesehatan, aqiqah dapat dilaksanakan pada hari ke-14 atau hari ke-21. Bahkan, sebagian ulama membolehkan aqiqah kapan saja sebelum sang anak memasuki usia baligh jika orang tua baru mampu di kemudian hari.
2. Jumlah Kambing untuk Anak Laki-Laki vs Perempuan
Ketentuan jumlah kambing aqiqah memiliki perbedaan berdasarkan jenis kelamin anak:
- Anak Laki-Laki: Disunnahkan menyembelih 2 ekor kambing/domba yang setara.
- Anak Perempuan: Cukup menyembelih 1 ekor kambing/domba.
Perbedaan jumlah ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW dan tidak mengurangi makna syukur serta keberkahan bagi anak perempuan maupun laki-laki.
3. Rangkaian Amalan Sunnah Saat Hari Aqiqah
Pada hari pelaksanaan aqiqah (terutama hari ke-7), terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan bersamaan:
- Menyembelih Hewan Aqiqah: Hewan disembelih secara syar’i dengan menyebut nama anak yang diaqiqahi.
- Mencukur Rambut Bayi: Rambut bayi dicukur secara merata (digundul), kemudian rambut tersebut ditimbang. Berat rambut tersebut dikonversikan ke nilai emas atau perak untuk disedekahkan kepada fakir miskin.
- Membagikan Nama yang Baik: Memberikan nama islami yang memiliki arti doa dan harapan baik untuk masa depan sang anak.
- Tahnik: Mengunyah kurma hingga lembut lalu menyapukannya ke langit-langit mulut bayi agar merangsang indra pengecapnya, dibarengi dengan doa keberkahan dari ulama atau orang shalih.
4. Cara Pembagian Daging Aqiqah yang Benar
Berbeda dengan daging kurban yang disunnahkan untuk dibagikan dalam kondisi mentah, daging aqiqah disunnahkan untuk dibagikan dalam kondisi sudah matang (sudah dimasak).
Hal ini bertujuan untuk memudahkan penerimanya sehingga mereka bisa langsung menikmatinya tanpa perlu repot memasak. Pembagiannya diutamakan kepada:
- Tetangga sekitar rumah.
- Kerabat dekat dan keluarga besar.
- Fakir miskin dan anak yatim.
- Sebagian kecil boleh dikonsumsi oleh keluarga yang melaksanakan aqiqah (shahibul aqiqah).
Solusi Aqiqah Instan, Praktis, & Higienis
Mempersiapkan seluruh rangkaian aqiqah mulai dari penyembelihan, pengolahan daging, hingga pengemasan masakan tentu memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Apalagi, mengolah daging kambing membutuhkan keahlian khusus agar masakan menjadi empuk dan tidak bau prengus.
Athaza Aqiqah siap membantu Anda menyelenggarakan aqiqah secara mudah dan tepercaya.
- Kami melayani wilayah Nganjuk, Kediri, Jombang, dan Madiun.
- Hewan disembelih secara syar’i dan higienis.
- Olahan masakan bervariasi (Sate, Gule, Krengsengan, Tengkleng) dengan rasa kelas restoran bintang lima.
- Kemasan food-grade premium yang rapi, cocok dibagikan langsung ke kerabat dan tetangga.
Kunjungi menu Paket Aqiqah kami untuk melihat harga dan menu, atau konsultasikan jadwal aqiqah buah hati Anda via WhatsApp sekarang juga!