Kelahiran seorang anak merupakan karunia terbesar sekaligus amanah luar biasa yang Allah SWT titipkan kepada orang tua. Detik-detik ketika tangisan pertama sang bayi terdengar di ruang persalinan adalah momen penuh haru dan rasa syukur yang tak terhingga.
Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur segala lini kehidupan, termasuk adab-adab dan amalan sunnah dalam menyambut kelahiran anggota keluarga baru. Amalan ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga bentuk doa, perlindungan, serta pendidikan awal bagi anak sejak hari pertama ia menghirup udara dunia.
Bagi Anda para orang tua baru, berikut adalah panduan praktis adab dan sunnah menyambut kelahiran bayi sesuai ajaran Rasulullah SAW.
1. Memanjatkan Doa Keselamatan & Keberkahan
Saat bayi lahir, hal pertama yang dianjurkan bagi orang tua dan kerabat yang mendengarnya adalah mendoakan keberkahan bagi si kecil. Salah satu doa yang diajarkan oleh para ulama (merujuk pada ucapan Hasan Al-Bashri) adalah:
“Baa-rakallaahu laka fil mawhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.”
Artinya: “Semoga Allah memberkahimu atas anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, semoga anak ini tumbuh sampai dewasa, dan semoga engkau dianugerahi baktinya.”
Mendoakan anak sejak lahir akan membentenginya dari keburukan dan menanamkan energi positif dalam tumbuh kembangnya.
2. Mengumandangkan Adzan di Telinga Bayi
Sesaat setelah bayi dibersihkan, disunnahkan bagi sang ayah untuk mengumandangkan adzan di telinga kanan sang bayi dengan suara yang lembut.
- Tujuannya: Agar kalimat tauhid (kebesaran Allah) menjadi suara pertama yang didengar oleh pendengaran si kecil di dunia, serta untuk menjauhkannya dari gangguan setan yang selalu mengintai manusia sejak lahir.
3. Melakukan Tahnik (Menyuapi Kurma)
Tahnik adalah melumatkan kurma di dalam mulut orang dewasa (sebaiknya orang yang shalih/bertaqwa) hingga lembut, lalu menyapukan sisa lumatan kurma tersebut secara perlahan ke langit-langit mulut bayi menggunakan jari yang bersih.
Rasulullah SAW dahulu sering melakukan tahnik untuk bayi-bayi para sahabat yang baru lahir serta mendoakan keberkahan bagi mereka. Secara medis modern, tahnik terbukti sangat bermanfaat untuk mencegah hipoglikemia (kadar gula darah rendah) pada bayi yang baru lahir sebelum ia mendapatkan ASI eksklusif.
4. Memberikan Nama yang Baik (Hari Ke-7)
Nama adalah doa dan identitas yang akan disandang anak hingga hari kiamat. Rasulullah SAW menganjurkan orang tua untuk memberikan nama yang memiliki arti yang baik dan indah pada hari ketujuh kelahiran anak (atau boleh juga pada hari pertama lahir).
Nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah nama yang berawalan Abdullah (hamba Allah) atau Abdurrahman, serta nama-nama para Nabi dan Rasul serta sahabiyah untuk anak perempuan. Hindarilah memberi nama yang bermakna buruk atau mengandung unsur kesombongan.
5. Mencukur Rambut Bayi (Gundul)
Pada hari ke-7 setelah kelahiran, disunnahkan untuk mencukur habis seluruh rambut bayi (digundul) secara merata. Sunnah ini memiliki dua manfaat utama:
- Manfaat Medis: Membersihkan sisa-sisa air ketuban dan lemak rahim yang menempel di kepala bayi, merangsang pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat dan tebal, serta memperkuat syaraf kepala bayi.
- Manfaat Sosial (Sedekah): Rambut yang telah dicukur bersih kemudian ditimbang. Berat timbangan rambut tersebut dikonversikan ke nilai harga emas atau perak pada hari itu, lalu nominal uangnya disedekahkan kepada fakir miskin.
6. Melaksanakan Ibadah Aqiqah
Puncak dari rangkaian penyambutan kelahiran bayi adalah menyembelih hewan aqiqah pada hari ke-7 (atau hari ke-14/ke-21 jika berhalangan). Aqiqah berfungsi untuk menebus status “tergadai” sang anak serta mengalirkan keberkahan sosial melalui pembagian hidangan lezat.
Ketentuan jumlah kambing aqiqah:
- Anak Laki-laki: 2 ekor kambing/domba yang setara.
- Anak Perempuan: 1 ekor kambing/domba.
Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu hingga matang dan lezat sebelum dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta fakir miskin.
Layanan Aqiqah Praktis & Premium Bersama Athaza Aqiqah
Melaksanakan seluruh amalan sunnah di atas pada hari ke-7 kelahiran bayi terkadang membutuhkan persiapan yang menyita waktu dan tenaga—mulai dari mencari hewan yang memenuhi syarat syar’i hingga mengolah masakan dalam jumlah besar.
Athaza Aqiqah siap menjadi mitra tepercaya keluarga Anda di wilayah Nganjuk, Kediri, Jombang, dan Madiun untuk menyelenggarakan syukuran aqiqah buah hati secara sempurna.
- Hewan sehat, cukup umur, dan sesuai syariat.
- Penyembelihan syar’i terdokumentasi rapi.
- Menu masakan bervariasi dengan cita rasa istimewa bebas bau prengus.
- Kemasan box premium siap saji yang higienis, lengkap dengan kartu ucapan dan sertifikat aqiqah pigura kaca eksklusif.
- Gratis pengiriman langsung ke alamat Anda atau panti asuhan penerima.
Mari sambut kelahiran buah hati Anda dengan amalan terbaik. Kunjungi menu Paket Aqiqah kami untuk informasi harga terbaru, atau konsultasikan jadwal aqiqah buah hati Anda via WhatsApp hari ini!